Kamis, 24 November 2011

Rolling Stones Release Party


                Sebagai majalah yang sangat berpengaruh, Rolling Stone Indonesia selalu mengadakan acara yang bertajuk Release Party  disetiap bulannya yang menampilkan band-band atau solois dari berbagai genre. Di edisi 54 kali ini, yang bertepat di Rolling Stone Cafe, suasana sudah terlihat ramai karena berbarengan dengan acara nonton bareng pertandingan sepakbola antara Indonesia vs Malaysia.  Sangat pas untuk mengalihkan kemacetan di Jakarta terutama pada saat jam pulang kerja. 
                Sekitar pukul 9 malam Rolling Stones Release Party dimulai dengan dipandu oleh Soleh Solihun sebagai MC yang juga menjabat sebagai jurnalis di majalah tersebut.  Dengan logat yang layaknya komentator sepakbola, Soleh mengenalkan band-band yang akan tampil malam ini yang secara kebetulan atau disengaja semua bertemakan binatang. Mereka adalah Angsa&Serigala, Kelelawar Malam, dan Monkey to Millionaire. Namun ada 1 band yang bukan bertema binatang, mereka adalah Hightime Rebellion yang sekaligus juga membuka Release Party kali ini.
Band asal Jakarta yang sudah terikat oleh label dari Bandung yaitu FFWD ini memadukan nuansa  Folks, Pop serta Rock dan suara dari vokalis perempuan mereka yang catchy . Mereka membawakan lagu-lagu yang nantinya akan masuk dalam album perdana mereka seperti  Crest of Mind dan Writer in The Window. Dan penampilan pembuka dari Hightime Rebellion ini cukup menghibur pengunjung yang datang malam itu. 



Setelah itu, kali ini giliran rombongan Angsa&Serigala yang tampil. Mengenakan wardrobe vintage 80’s perpaduan kemeja yang dimasukan dengan breatle serta celana bahan yang digulung hingga semata kaki mengingatkan kita kepada band dari Jakarta, White Shoes And The Couples Company. Lagu mereka yang berjudul Bersamaku menjadi pembuka penampilan band asal Bandung ini yang baru saja me-release album barunya. Beberapa kali si vokalis wanita mereka mengajak crowds untuk ikut bergoyang dengan musik mereka yang unik.



Suasana mistis mulai terasa ketika band selanjutnya akan tampil. Aroma tidak sedap yang sudah membungkus Rolling Stone Cafe sejak awal acara semakin merebak. Soleh Solihun pun mengatakan Rolling Stone kali ini sudah tidak urban lagi melainkan sudah seperti kuburan. Pelaku utama dari perbuatan tersebut adalah Kalelawar Malam. Kegiatan menyebarkan melati diatas panggung dan membakar menyan sebelum tampil sudah menjadi ritual bagi band yang terdiri dari 4 orang ini. Lagu-lagu yang bertemakan mistis dan bertempo cepat mulai menghentak panggung.  Selama penampilannya, si vokalis yang sangat jarang berkomunikasi dengan penonton disela-sela lagu ini berkata “Sangat pas sekali kita main di malam jumat ini. Maka kita akan memainkan lagu Malam Jumat Kliwon!!”. Menariknya lagi, ditengah lagu muncul 3 pocong yang berdiri tepat di depan penonton hingga lagu penutup Bangkit Dari Kubur selesai dibawakan. Sungguh totalitas yang patut ditiru dari band sekelas Kalelawar Malam. 



Band bertema binatang selanjutnya adalah Monkey to Millionaire. Dengan formasi baru mereka yang menggunakan 2 orang additional , namun penampilan mereka masih cukup apik untuk disaksikan. Sebagai band penutup pada acara malam itu, mereka memainkan lagu-lagu dari album Lantai Merah seperti Satu Nama, Replika, Merah, 30 Nanti, dan tentunya lagu baru mereka “Man” yang sangat menghentak sebagai lagu penutup di acara Rolling Stone Release Party edisi November 2011 kali ini.



Written by Raka Aji Saputra
Photo by Hardiman Widja Seno

Contact the writer at raka.malu@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More