Selasa, 17 April 2012

Pameran Domestic Stuff





Sebuah kursi berdiri kokoh dan berkerangka remote bekas, berhasil menarik perhatian tersendiri bagi para pengunjung saat masuk ke dalam ruang galeri.  Dihadapannya sebuah televisi kain bergaya retro tetapi tidak berfungsi layaknya televisi asli, menempel kuat di ruas dinding. Di layarnya terdapat sebuah garis hitam berputar kian mengecil, seakan membuat para pengunjung yang melihat dibuat pusing oleh sebuah teks yang bertuliskan “Buzz”.  Pemandangan unik ini bukanlah ruangan pribadi seseorang untuk menikmati  hiburan,  namun karya-karya seni tersebut merupakan salah satu bagian dari sebuah pameran seni rupa bertajuk “Domestic Stuff” yang diadakan di Galeri Salihara, Jakarta.

Kedua karya instalasi itu diciptakan oleh Maria Indria Sari dan Samuel Indratma, dalam menyikapi keresahan fenomena yang sedang terjadi. Menurut keterangan di dalam pengantar pameran, kedua perupa ini mendiskusikan acara-acara televisi yang membawa kekerasan dalam wilayah domestik kehidupan keluarga dan bagaimana cara mengendalikan pengaruhnya pada anak-anak. Kedua karya tersebut diberi judul “TV Satu Channel” dan “Kursi Remote Kontrol”.

 “Tantangan terbesar adalah membangun keseimbangan antara kehidupan domestik dan kehidupan sosial”, sebuah kutipan yang ditulis oleh Mie Cornoedus dan Setu Legintar sedikit menjelaskan kehidupan kedua seniman ini dalam menghadapi proses situasi domestik yang mirip, yaitu sama-sama memiliki keluarga baru dengan satu anak kecil (buah hati). Lewat sebuah karya instalasi dalam konteks visual, kedua seniman ini membuat sebuah film yang menyajikan visual tiga dimensional. Ruang, waktu dan tenaga. Karya ini diberi judul “Pusaran Jiwa”. Adapula karya fotografi, hasil potret Mie Cornoedus yang berjudul “Mencari Arah” dengan seorang ibu-ibu dan bayi mereka sebagai objek yang dicetak dengan kertas hahnemuehle.  

Pameran Domestic Stuff merupakan sebuah proyek mengenai wilayah domestik dan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dalam kehidupan sehari-hari. Adapun para seniman lain yang ikut terlibat pameran diantaranya Ariani Darmawan, Ferdiansyah Thajib, Lydiawati, Amrizal Salayan St. Parpatih, Melati Suryadarmo, Afrizal Malna, Restu Ratnaningtyas, Agung Kurniawan, Sekarputri, dan Mufti “Amenk” Priyanka. Memaknai sudut pandang seni rupa yang terkait dengan wilayah domestik, ditampilkan dalam pameran yang berlangsung hingga 6  Mei mendatang.

Written : Dimaz Nugraha
Photo   : Putri Ayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More